Hari ini :
You are not log in? >> Please Login
Tampilkan postingan dengan label Investasi Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi Syariah. Tampilkan semua postingan

- Sedikit bocoran Investasi Emas Cerdas Ala Kebun Emas

Banyak yang mengira sistem investasi berkebun emas adalah jaminan yang dijaminkan ulang, dan dijaminkan lagi, lalu dijaminkan lagi begitu seterusnya. Yang benar bukan demikian, bahkan kita memperbanyak barang jaminan jadi apabila terjadi kredit macet bank akan dengan mudah memperoleh ganti rugi dari jaminan berupa emas yang kita berikan karena nilai emas sangat likuid. Pernyataan pernyataan dari penulis mengenai persetujuan bank:

“Jangan khawatir dengan Bank, karena dengan konsep ini sama sekali tidak ada yang dirugikan. Saya sudah bicara dengan beberapa kepala cabang bank bahkan dengan Direktur salah satu Bank Syariah, mereka sangat antusias… karena ini merubah paradigma lama, bahwa kalau gadai itu lagi butuh uang, ini gadai menjadi pola investasi. Buat Bank ini merupakan peluang besar karena bisa meningkatkan omset penjualan produk gadainya.

Penjelasan di ebook lebih lengkap dan terperinci disertai juga dengan gambar ilustrasi dan masih ada beberapa tips menarik lainnya. Materi akan diupdate sesuai perkembangan di lapangan.

Sumber : http://purwo.com)

Dapatkan e-booknya melalui : http://kebunemas.com/?id=nang_tpi

Read On 0 komentar

- Mudahnya Investasi Emas

Adakah Investasi yang tidak memerlukan hitungan yang rumit? Jawabnya jelas ada. Investasi Emas, tidaklah sulit, tidak memerlukan hitungan yang rumit seperti analisa teknikal, analisa Fundamental atau rimor-rumor tertentu.

Investasi emas tidak memerlukan modal yang besar, jika anda ingin membeli saham jelas investasinya tidak sedikit bisa 30-an juta. Jika Anda mau investasi di property ini juga jelas anda memerlukan jumlah uang yang banyak, namun jika anda mau investasi emas anda bisa mengumpulkan 1 gram, 2 gram, 5 gram dan seterusnya.

Apakah Investasi emas selalu menguntungkan?
Investasi emas selalu menguntungkan karena harga dalam jangka panjang selalu naik, kapan saja mudah dicairkan atau dapat digagaikan. Bayangkan jika Anda depositokan di Bank, suatu saat jika diambil tidak tepat waktu bukannya Anda dapat bunga melainkan kena Finalty kan aneh kita meminjamkan uang kok malah kena finalty kalau akan mengambilnya.

Jenis emas apakah yang cocok untuk Investasi?
Semua jenis emas mempunyai kelebihan dan kekurangan, emas perhiasan harga lebih mahal karena adanya ongkos pembuatan yang tinggi serta PPn 10 %, serta tidak ada jaminan karatase, celakanya kalau surat pembelian hilang dan toko asalnya tidak mau terima lagi maka pembeli akan sangat dirugikan.

Membeli emas dengan tujuan Investasi yang terbaik adalah membeli emas batangan 24 karat, produk PT. Aneka Tambang karena kadar terjamin, berat terjamin. Produk BMUN ini selalu dilengkapi sertifikat. produk ini tidak kena ongkos bikin yang mahal serta tidak kena PPn 10% yang memberatkan. Cuma kelemahan investasi dalam bentuk emas batangan adalah emas tidak bisa dipakai untuk lifestyle atau gaya hidup.


(Sumber : http://pawnshop-sharia.blogspot.com)

emas 201408p
emas & sertifikat
Read On 0 komentar

- Ragam Investasi Syariah

Pada edisi yang lalu kita sudah membahas pentingnya memperhatikan masalah keuangan agar tetap berada dalam rambu syariah. Kita juga sudah sedikit membahas unsur-unsur apa saja yang harus dihindari karena tidak halal dalam sebuah produk keuangan.

Menggunakan produk keuangan, di jaman seperti ini rasanya sudah tidak mungkin dihindari. Perbankan, selian sebagai digunakan untuk mmepermudah transaksi juga dapat digunakan sebagai sarana investasi. Asuransi juga sekarang memiliki peran sebagai alat investasi berbarengan dengan fungsi utamanya untuk memberikan proteksi.

Tidak puas dengan hanya investasi di perbankan dan asuransi, masyarakat juga mulai banyak melirik reksa dana sebagai alternatif yang memberikan hasil lebih baik. Pendeknya, produk keuangan sekarang bukan lagi suatu hal yang baru. Malah sudah menjadi suatu kebutuhan untuk hampir semua orang.

Lalu bagaimana dengan banyaknya produk keuangan yang ternyata “rawan” sekali mengandung unsur-unsur yang tidak halal? Perbankan misalnya, tentunya sangat kental sekali dengan unsur bunga yang bisa dikategorikan sebagai riba. Belum lagi dengan asuransi. Sudah banyak dipahami bahwa asuransi sering diasosiasokan dengan judi atau maysir dan gharar atau ketidakjelasan. Dan kalau ditelisik lebih jauh lagi, ternyata asuransi juga tidak terlepas dari praktek riba karena memiliki unsur investasi yang berbunga. Begitu juga dengan reksa dana, walaupun secara sederhana reksa dana dapat dianalogikan seperti kegiatan bagi hasil diantara para investor dengan manajer investasinya, tapi alokasi investasinya rupanya juga tidak terhindar dari unsur riba. Lalu bagaimana masyarakat muslim akan memanfaatkan produk keuangan untuk kebaikan mereka kalau ternyata banyak sekali ditemukan unsur yang tidak halal dalam berbagai produk keuangan tersebut?

Perbankan Syariah

Sebenarnya umat muslim tidak perlu khawatir, karena jauh sebelum MUI secara resmi memfatwakan bahwa bunga bank itu haram, sudah ada alternatif untuk ummat Islam. Sejak 12 tahun yang lalu, bank syariah pertama di Indonesia sudah beroperasi tanpa menggunakan bunga. Dan kini sudah ada 3 bank umum syariah dan lebih dari 10 bank konvensional yang buka cabang khusus syariah.

Tabel berikut ini adalah daftar bank syariah yang bisa digunakan oleh umat Islam tanpa harus was-was dengan riba.

Bank Umum Syariah Unit Usaha Syariah
Bank Muamalat Indonesia
Bank Syariah Mandiri
Bank Syariah Indonesia
BNI Syariah
BRI Syariah
BII Syariah Platinum
Bank Bukopin Syariah
Bank IFI Syariah
Bank Danamon Syariah
Bank Jabar Syariah
Bank DKI Syariah
HSBC Syariah

Lalu apa bedanya antara bank syariah dan bank konvensional yang selama ini sudah dikenal? Yang paling jelas, adalah tidak adanya bunga pada bank syariah. Nasabah yang menabung di bank syariah tidak akan diberikan keuntungan bunga melainkan berupa bagi hasil.

Bagi hasil tentu saja berbeda dengan bunga. Pada sistem bunga, nasabah akan mendapatkan hasil yang sudah pasti berupa prosentase tertentu dari saldo yang disimpannya di bank tersebut. Berapapun keuntungan usaha pihak bank, nasabah akan mendapatkan hasil yang sudah pasti.

Sedangkan pada sistem bagi hasil, tidak seperti itu. Bagi hasil dihitung dari hasil usaha pihak bank dalam mengelola uang nasabah. Bank dan nasabah membuat perjanjian bagi hasil berupa prosentase tertentu untuk nasabah dan untuk bank, perbandingan ini disebut nisbah. Misalnya, 60% keuntungan untuk nasabah dan 40% keuntungan untuk bank.

Dengan sistem ini, nasabah dan bank memang tidak bisa mengetahui berapa hasil yang pastinya akan mereka terima. Karena bagi hasil baru akan dibagikan kalau hasil usahanya sudah bisa ditentukan pada akhir periode. Tapi dengan sistem bagi hasil, nasabah dan bank akan membagi keuntungan secara lebih adil daripada sistem bunga. Karena kedua belah pihak selalu membagi adil sesuai nisbah berapapun hasilnya.

Asuransi Syariah

Lalu bagaimana dengan asuransi? Masyarakat muslim sekarang sangat memerlukan asuransi untuk melindungi harta dan keluarga mereka dari akibat musibah. Sebuah keluarga yang hanya mengandalkan pemasukan dari kepala keluarga saja tentunya akan sangat terganggu sekali kondisi keuangannya kalau suatu musibah terjadi padanya. Anak dan istri yang ditinggalkan belum tentu dapat memenuhi sendiri kebutuhan hidupnya sementara lembaga amil zakat belum bisa secara optimal dan menyeluruh berperan sebagai solusi.

Bukan cuma resiko musibah terhadap jiwa, asuransi juga sangat dibutuhkan oleh sektor usaha. Usaha yang sudah maju dan menguntungkan mungkin bisa bangkrut dalam seketika ketika kebakaran melanda tempat usahanya.

Keluarga yang terlantar ditinggal pemberi nafkah, dan usaha yang bangkrut karena kebakaran sebenarnya tak perlu terjadi kalau saja ada perlindungan dari asuransi. Asuransi memang tidak bisa mencegah musibah, tapi setidaknya bisa menanggulangi akibat keuangan yang terjadi.

Lalu bagaimana umat Islam bisa menggunakan asuransi kalau ternyata produk asuransi mengandung banyak unsur ketidakhalalan?

Walau belum terlalu banyak dikenal seperti halnya bank syariah, jumlah perusahaan asuransi syariah tidak kalah banyak dengan bank syariah. Saat ini saja sudah ada 2 perusahaan asuransi murni syariah dan sekitar 10 perusahaan asuransi konvensional yang punya cabang khusus syariah.

Berikut ini adalah daftar perusahaan asuransi syariah dan perusahaan asuransi konvensional yang punya cabang khusus syariah.

Asuransi Syariah Asuransi Konvensional Dengan Cabang Khusus Syariah
Asuransi Takaful Keluarga
Asuransi Takaful Umum
Asuransi Mubarokah
Asuransi Great Eastern
Asuransi Bumiputera
Asuransi Bringin Jiwa Sejahtera
Asuransi BSAM Syariah
Asuransi Tripakarta
MAA Life
MAA General
Asuransi Jasindo
Asuransi Binagriya
Asuransi Bumida

Perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional mungkin tidak terlalu kentara, karena secara teknis prosedur hampir mirip dengan asuransi konvensional. Tapi ada satu hal mendasar yang membedakannya yaitu perjanjian transaksinya.

Pada asuransi konvensional, nasabah membeli perlindungan atau jaminan dari perusahaan asuransi. Sedangkan pada asuransi syariah, perjanjiannya adalah para nasabah mengikat diri dalam suatu komunitas dan saling menanggung jika terjadi musibah.

Tentu saja perjanjian yang berbeda ini akan menimbulkan konsekuensi yang berbeda pula. Diantaranya adalah masalah kepemilikan uang premi. Pada asuransi konvensional, karena transaksinya adalah jual beli maka premi yang sudah dibayarkan sepenuhnya menjadi milik perusahaan asuransi.

Sedangkan pada asuransi syariah, premi yang dibayar nasabah tetap menjadi milik nasabah yang diamanahkan kepada perusahaan asuransi syariah untuk dikelola dan dikembangkan dananya.

Permasalahan asuransi tidak berhenti hanya pada transaksinya, melainkan juga pada investasinya. Karena sebagian besar asuransi yang dibeli masyarakat justru yang asuransi yang mengandung investasi (asuransi dwiguna). Selama ini, asuransi konvensional menginvetasikan dana yang didapatnya tanpa mempertimbangkan lagi faktor halal-haram. Tentunya ini menjadikan uang hasil investasi yang diterima nasabah juga menjadi tidak terjaga kehalalannya.

Ini juga yang menjadi salah satu perbedaan lagi dari asuransi syariah. Investasi pada asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah yang memastikan bahwa semua mekanisme asuransi dan alokasi investasinya tidak bertentangan dengan hukum syariah.

Reksa Dana Syariah

Dan berbicara masalah investasi, ada satu lagi produk investasi yang sudah menyesuaikan diri dengan aturan-aturan syariah yaitu reksa dana. Produk investasi ini bisa menjadi alternatif yang baik untuk menggantikan produk perbankan yang pada saat ini dirasakan memberikan hasil yang relatif kecil.

Mekanisme investasi reksa dana sebenarnya mirip dengan investasi bagi hasil. Para investor dan manajer investasi “patungan” untuk melakukan investasi kedalam berbagai produk investasi yang memerlukan modal yang besar. Sedangkan keputusan untuk melakukan investasinya dipegang sepenuhnya oleh manajer investasi yang lebih ahli dan berpengalaman. Selanjutnya, hasil keuntungan investasi tersebut dibagihasilkan diantara para investor dan manajer investasi sesuai dengan proporsi modal yang dimiliki.

Mekanisme bagi hasilnya memang sesuai dengan aturan syariah, namun yang jadi masalah adalah langkah investasi yang dilakukan manajer investasi dilakukan dengan bebas tanpa batasan aturan syariah. Untuk itulah diciptakan produk reksa dana syariah dimana keputusan investasi yang dilakukan oleh manajer investasi dilakukan dalam batasan-batasan rambu syariah. Dengan cara ini, hasil investasi yang dibagikan kepada para investor menjadi bersih dari riba dan unsur yang tidak halal lainnya. Walaupun produk reksa dana syariah masih terbatas jumlahnya, namun bisa menjadi alternatif yang baik bagi umat muslim yang ingin mendapatkan hasil investasi yang halal.

Nama Reksa Dana Manager Investasi Pengelola Reksa Dana
Danareksa Syariah Berimbang
Dana PNM Syariah
Rifan Syariah
Batasa Syariah
Danareksa
Permodalan Nasional Madani (PNM)
Rifan Financindo
Batasa Capital

Dikutip dari Majalah ALIA

Read On 0 komentar

- Memilih Investasi Syariah 2009

Apa keunggulan spesifik investasi syariah dibandingkan investasi konvensional?

  • Keunggulan spesifik investasi syariah adalah keterkaitannya yang langsung terhadap sektor ekonomi yang riil karena konsep investasi syariah yang senantiasa selalu diterapkan adalah Economy 1 on 1: 1 Monetary Investment Unit should represent 1 real asset.

Di antara instrumen investasi syariah yang ada, menurut anda, instrumen-instrumen investasi mana saja yang saat ini paling aman dan menguntungkan? Mengapa demikian?

  • Sukuk Negara terutama yang Retail saat ini paling aman karena risikonya defaultnya berkaitan dengan kemampuan bayar RI yang sangat baik dan underlying assetsnya jelas dari sisi fisik maupun nilainya, serta tidak dipergunakan untuk membiayai kegiatan yang bertentangan dengan syariah. Return nominal gross sebesar 12% sangat menarik minat investor.

Apa investasi syariah yang tepat untuk jangka panjang? Lalu yang jangka pendek?

  • Investasi syariah jangka panjang yang baik adalah sukuk dan kemasan lainnya seperti reksa dana yang mengambil instrumen investasi sukuk dan saham-saham syariah yang harganya sangat murah saat ini. Jangka pendek tentu saja deposito dengan nisbah khusus atas besaran penempatan jumlah tertentu yang returnnya cukup menarik di bank umum syariah atau UUS tertentu.

Pertimbangan apa saja yang digunakan untuk menentukan jenis investasi yang akan diambil?

  • Motif investasinya kalo masih banyak unsur berjaga-jaganya lebih baik masuk ke yang jangka pendek (deposito syariah) atau menengah (Sukuk Negara retail), sementara kalau motif investasi murni bisa masuk ke reksa dana syariah yang bisa juga dikombinasikan dengan adanya unsur berjaga-jaganya di masa yang akan datang dengan asuransi syariah tabarru’ murni atau dengan aksesoris unit link yang bisa masuk ke saham-saham syariah & sukuk.

Faktor risiko apa yang harus dipertimbangkan dalam berinvestasi secara syariah?

  • Kalo murni berinvestasi secara syariah tanpa ada unsur spekulasi yang berlebihan, maka risiko sistimatis terhadap pasar yang lebih patut dilihat secara utama.

Secara umum, bagaimana perkembangan investasi syariah dari tahun ke tahun?

  • Perkembangan investasi syariah secara umum mengikuti perkembangan industri keuangan syariah secara umum juga yang secara konservatif selama 5 tahun terakhir tidak pernah berada di bawah angka pertumbuhan 25% pertahunnya.

Bagaimana prinsip-prinsip investasi dalam Islam yang sesungguhnya?

  • Investasi dalam Islam sesungguhnya mempunyai 2 kerangka besar yaitu transaksi-transaksi berbasis jual beli semisal murabahah dan berbagi hasil semisal musyarakah/mudharabah yang di antara keduanya dibutuhkan jasa-jasa tambahan berbasiskan fee atau imbal jasa secara umum semisal sewa jasa/barang atau disebut ujrah/ijarah.

Singkat saja, bagaimana tingkat keuntungan dan risiko masing-masing produk investasi syariah berikut ini; investasi dinar, saham dan reksadana syariah, tabungan dan deposito syariah, serta obligasi syariah & sukuk ritel ? Produk investasi apa yang paling bisa diandalkan?

  • Prediksi risiko dari yang paling tinggi volatilitas naik turunnya return sampai yang terendah: saham, reksa dana syariah, obligasi syariah korporasi, sukuk negara ritel/non ritel, investasi dinar, tabungan & deposito syariah.
  • Sementara prediksi return yang tertinggi sampai yang terendah: investasi dinar, sukuk negara ritel/non ritel, obligasi syariah korporasi, reksa dana syariah, tabungan dan deposito syariah serta terakhir saham yang masih sulit tinggal landas lagi secara keseluruhan dalam jangka pendek.

Semenjak awal kehadirannya, saham syariah dan reksadana syariah diramal memiliki prospek cerah. Bahkan, kinerja portofolio saham syariah pernah mengungguli kinerja saham konvensional. Menurut pandangan bapak, kapankah kinerja investasi saham syariah dan reksadana syariah akan kembali membaik?

  • Penurunan investasi di saham dan reksa dana syariah sekarang ini tidak seburuk yang terjadi di konvensional, jadi menurut pendapat saya keduanya masih lebih ’mendingan’ dibanding konvensionalnya. Meningkat pesat kembali insyaAllah di 2010 – 2011.

Benarkah sinyalemen, bahwa saat ini memang bukan saat yang tepat untuk berinvestasi di saham syariah dan reksadana syariah? Bila jawabnya, ya, menurut perkiraan Bapak, kapan kira-kira investasi saham dan reksadana syariah ini akan membaik? Atau kapan saat yang tepat untuk orang kembali melirik investasi ini?

  • Saham dan reksa dana syariah saat ini berada di titik bawah. Jika anda seorang investor jangka panjang maka saatnya membeli 2 produk investasi ini. Anda insyaAllah lihat peningkatannya cukup pesat setelah 2 tahun lewat.

Peluncuran sukuk ritel, kendati imbal hasil 12 persen per tahun yang ditetapkan pemerintah relatif sudah lebih menarik, namun tingkat awarenness masyarakat terhadap sukuk ritel belum begitu memuaskan. Apa yang seharusnya dilakukan untuk lebih mengenalkan instrumen investasi syariah?

  • Tingkat awareness masyarakat terhadap sukuk negara ritel jauh lebih baik dari obligasi negara ritel, terbukti dengan sukuk negara ritel yang terserap 5,556 T sementara obligasi negara retail tidak mencapai 3 T pada masing-masing waktunya dipasarkan dengan tingkat return yang tidak terlalu jauh berbeda. Perlu effort tambahan dengan program sosialisasi yang baik dan rutin tidak cuma event seperti bulan puasa ’tok’ atau event insidentil. Dengan berjalannya waktu insyaAllah awarenessnya lebih membaik lagi.

Bagaimana agar produk investasi syariah lebih kompetitif dan bersaing dengan investasi konvensional?

  • Walaupun investasi syariah memberikan return duniawi yang sedikit saja di bawah konvensional, namun nilai ’falah’ atau kemenangan dunia akhiratnya jauh melebihi return duniawinya. Jadi kalau bisa diupayakan paling tidak sama saja returnnya dengan konvensional, maka nilai ’falah’ ini menjadi daya jual yang tinggi untuk diserap pasar yang terdiri dari orang-orang muslim.

Apa ganjalan yang dihadapi dalam pengembangan investasi syariah? (Misalnya, tentang bagi hasil yang yang tidak mampu memberikan patokan tingkat penghasilan yang pasti).

  • Ganjalan dalam pengembangan investasi syariah justru datang dari saudara-saudara sesama muslim yang pola pikirnya masih sangat konvensional dan melakukan analisis dengan parameter duniawi tingkat return semata tanpa mempertimbangan atau mencoba mengkuantifisir nilai ’falah’ tadi. Orang-orang semacam ini justru merusak sosialisasi syariah yang mulai dibangun komprehensif.

Terakhir, bagaimana prospek investasi syariah tahun 2009 ini? Produk mana yang kira-kira paling “bersinar” dengan tingkat imbal hasil yang menjanjikan?

  • Prospek investasi syariah di 2009 masih didominasi oleh instrumen semacam sukuk yang ditargetkan untuk memenuhi return yang moderate di jangka menengah dengan risiko yang moderate pula. Sukuk Negara Retail kemungkinan yang paling bersinar di tahun 2009 ini diikuti dengan beberapa sukuk korporasi perusahaan-perusahaan yang solid bertahan di situasi krisis.
Sumber Dari : Majalah SHARING, media massa yang bergerak di bidang bisnis, ekonomi dan perbankan syariah, pada edisi No. 27/Tahun III yang terbit awal Maret 2009, Laporan khusus bertajuk “Memilih Investasi Syariah 2009”
Read On 0 komentar
 

About me | Author Contact | Powered By Blogspot | © Copyright  2008